Kekesalan Si Keriting: Jangan suruh gua Iket Rambut!

2:38 PM

Ini tentang Om yang selalu curi-curi pandang, dan anaknya dengan rambut ikal indah.

Beberapa malam yang lalu, gua dan keluarga gua makan-makan di sebuah restoran untuk merayakan hari ulang tahun nyokap gua. Gua masuk dengan rok shifon hitam asimetris yang melambai lembut mengikuti ritme kaki yang berhentak mantap dengan bunyi sepatu stilleto. Rambut gua juga ikut nge-bounce kesana-sini seperti gerakan penari capoera. Di momen tersebut, gua ngerasa kaya model.

Dengan rasa percaya diri yang cukup tinggi, gua dengan santai melewati meja-meja costumer yang lain, menuju meja panjang yang sudah kami book. Diujung mata, gua bisa melihat seorang om mengekori jalan saya dengan matanya. "Keep looking, Sir. I am flawless" itu pemikiran gua.

Tapi ternyatahhhh... Usut punya usut, setelah gua lewat, nyokap gua denger dia berbicara ke anaknya begini: "Tuh, De, kalau rambutnya ngak diiket, nanti jadinya kaya gitu.." sambil menunjuk rambut gua. Anaknya, yang memiliki rambut ikal indah, membalas dengan anggukan patuh. Sedangkan gua yang mendengar second hand, cuma bisa berteriak kesal dalam hati kaya gini:

Jangan mengekang rambut keriting dengan pemikiran kolot


Asli, ya, pemikiran kaya gitu bikin gua kesel banget, loh! Bukan karena gua gua ngerasa diledek, atau gua anti ngiket rambut, tapi karena arti yang tersirat dari permintaan si Om tersebut adalah: "Rambut keriting cuma bagus kalau dibekep dan disembunyiin dibelakang leher." DAN ITU NGAK BENER!

Gua punya beberapa Teori kenapa Si Om ngak pengen anaknya menggerai rambut ikalnya:

1. Hati Om pernah dipatahin sama seorang wanita manis berambut keriting.

Untuk alasan hati, gua bisa mengerti lah. Aku tau rasanya disakiti kok, Om.


2. Om pernah di musuhin sama Geng Kribo pas dia SMA di taon 80-an.

Om selalu memangkas rambut keritingnya karena dia gagal audisi masuk Duo Kribo

3. Om lupa kalau dia juga keriting
Om mungkin lupa tentang Teori Hereditas Mendel. Keriting si anak datengnya dari manaaahh, Om? Atau Om juga sebenernya ngak suka dengan rambut Om sendiri. Lalu Om mau menurunkan rasa ungratefulness ini ke anak om.



4. Om ngak ngerasa keriting itu cantik
Dengan sedikitnya artis, model, dan sosok terkenal indonesia dengan rambut keriting, Om tanpa sadar telah di butakan kalau "Cantik itu beragam". Menurutnya, cantik adalah cewe-cewe yang berada dalam spektrum Maudy Koesnaedi sampai Sophia Latjuba. Lebih gelap, lebih pendek, atau lebih keriting dari itu udah ngak cantik lagi.



Apapun alasannya, mindset kita harus berubah. Rasa cantik itu berasal dari dalam diri kita. Saat kita menyukai diri kita apa adanya, saat kita merasa nyaman dengan rambut kita sendiri, cantik itu akan memancar tanpa dibuat-buat. Susahnya, untuk seorang cewe bisa merasa "cantik" itu butuh waktu. Waktu dan banyak pujian.

Mindset apa yang harus kita ubah?

1. Sadari Pesona Lo
Gua sadar, di indonesia "cantik" punya definisi sendiri: putih, kurus, tinggi, berambut tebal lurus. Kita ngak bisa meminta semua orang mengubah perspektifnya demi kita. Tapi, lo bertanggung jawab atas perspektif lo sendiri, dan cara lo ngeliat diri lo sendiri.

Pesona rambut keriting itu berbeda dengan pesona jenis rambut yang lain. Rambut lurus terkesan sophisticated, simpel dan elegan. Sedangkan rambut keriting memiliki persona tersendiri: artistik, energetik, bebas, ekspresif, eksotis, dramatis. Orang-orang dengan rambut keriting sering terlihat lebih muda dari umur aslinya, loh. Itu karena rambut keriting membawa aura "playful."

Maka dari itu, penting buat kita semua untuk menyadari the "power" behind our big, sexy curls. Cari potongan rambut yang pas, cari produk yang tepat, and let the hair do the talking. It'll be a shame to stop your hair from bouncing gleefully here and there, by keeping it in an 8 hour long, pathetic yoga pose that i claim as "iket rambut."

Comic from 2damnfunny


2. Cari Role Model "Cantik" Lo
Gua baru mulai merasa cantik saat hampir lulus SMA, dan mulai benar-benar merasa nyaman dengan tubuh gua di bangku kuliah. Hal ini terjadi setelah gua mulai memperhatikan artis-artis luar negri yang lebih beragam dari artis indonesia. Saat gua lihat penyanyi-penyanyi yang memiliki rambut keriting, dan kulit gelap seperti Alicia Keys, Beyonce, Corrine Bailey Rae, even Sarah Jessica Parker, Shakira, Nicole Kidman. Disaat itulah gua baru tau kalau Keriting itu bisa cantik juga, kalau berkulit hitam itu bisa cantik juga. Setelah itu, proses penerimaan diri gua jadi lebih gampang.



3. Pujian lebih baik dari Cibiran
Ngak semua dari kita lahir dengan rasa percaya diri yang tinggi. Kita semua harus belajar untuk menerima, menghargai dan mencintai diri sendiri lewat berbagai proses pendewasaan. Disaat-saat genting seperti ini, seorang anak ngak perlu mendengar dari Ayahnya kalau "Keriting itu jelek."

Seorang Role Model begitu penting dimasa-masa seperti ini. Orang Tua adalah Role Model yang natural bagi banyak anak kecil. Kata-kata kalian, tersurat maupun tersirat, bisa begitu mudahnya membentuk atau menghancurkan perspektif anak. Kalau dari kecil anak sudah dibilangin kalau rambut ikalnya itu ngak cantik, dia harus menjalani proses penerimaan diri yang lebih berat karena dia harus menghancurkan perspektif "kolot" yang dulu, dan membangun perspektif yang sehat dari enol.



Kira-kira begitulah kekesalan gua tentang Rambut Keriting. Kita harus belajar mencintai diri sendiri, belajar untuk "Own Our Curls." Kalau lu udah seneng sama rambut lo sendiri, apapun cibiran orang ngak bakal ngefek sama elu. Semoga tulisan ini bisa membantu lu untuk melihat lagi ke kaca dan tersenyum bangga sama tumbuhan yang Tuhan udah kasih di kepala lo. ;)



More Curly Stories

2 comments

  1. I'm so proud of my curly hair. Walau pun perawatannya sulit tapi kalau kita tahu celahnya untuk menatanya, rambut kita bakalan nurut kok. Bahkan nilai plus untuk rambut keriting karena selalu terlihat unik! Dibekep? Diiket? Duh! Basikkk, ga jaman lempeng gitu aja. Keriting lebih eksotis :p

    sweetlikeapeach.blogspot.com

    ReplyDelete

Popular Posts

Instagram