Creambath Keriting yang Menegangkan

7:00 AM

Gue bukan cewe yang suka nyalon. Alasannya simpel sih. Tiap nyalon gue lebih sering stress dengan hasil styling dari pada merasa senang baru di-pamper.

Tetapi terkadang hari itu datang. Hari-hari gue mumet, pengen dipijetin, pengen di belai-belai rambutnya. Dan karena nggak punya pacar (yang jelas tugas utamanya adalah) untuk membelai rambut, harapan gue satu-satunya adalah... nyalon.

Setelah mengabaikan segala ketakutan hati, hari itu gue memilih mencoba Treatment Kerastase Discipline untuk rambut keriting di sebuah salon di Mal Ambassador, Jakarta. Ini adalah ceritanya.

The Shampoo

Gue seneng banget di shampoo'in di salon ini. Tangan Si Mas bisa dengan lembut dan tapi kuat memijat kepala gue. Rambut gue nggak dikucel-kucel, nggak ditarik-tarik. Yang jadi sasarannya adalah kulit kepala gue. Plus, ada 1 gaya pijet si Mas yang bikin gue tergelitik senang: saat dia latihan arpeggio piano di kepala gue, naik turun super cepet dengan kelima jarinya. Sensasional!

The Mask

Selanjutnya gue duduk di kursi puffy yang nyaman, dikasih kopi instan dan mulai dimasker. Wanginya Kerastase Discipline ini enak banget. Dari masker sampe curl cream-nya tercium seperti bunga-bunga di paris. Ehem, gue belum pernah ke Paris ya, jadi jangan terlalu percaya kiasan ini.

Maskernya nggak berat atau minyakan, tapi creamy kaya fla di dalam kueh soes. Pijatan si Mas, sangking enaknya bikin gue bertanya, "Mas dilatih langsung sama orang kerastase-nya ya?" dan si Mas mengiyakan. Gue pun dapat secercah harapan bahwa sesi terakhir sehabis dibilas akan berjalan dengan baik. Ya sekelas stylist ber-brand Kerastase lah.

The Drying

Selesai dipijat, di-steam, dan dibilas tanpa shampoo, gue kembali duduk di kursi puffy. Si Mas sudah siap dengan hair dryer bercorongnya. This is a good sign! Dia mulai membelah rambut gue tanpa sisir, dibantu dengan styling cream which is also a good sign. Lalu diffuser dinyalakan dan si Mas... mulai nge-scratch rambut gue.

Dia pikir kepala gue adalah piringan hitam dan dia adalah DJ kondang di acara pesta sweet 17. Jelas gue panik lah! Teknis pengeringan rambut keriting itu nggak sama dengan blow drying yang bisa diulang-ulang sampe bentuknya pas. Hasilnya bakal stuck begitu sampai si keriting keramas lagi.

Gue mencoba menunjukan cara mengeringkan rambut sesuai keinginan gue. Sayangnya tekstur rambut gue tidak bisa diselamatkan. Gue keluar salon dengan rambut yang wangi, ringan, lembut, tapi... berantakan. Liat, gelombang keritingnya kaya kawat, rambut gue frizzy, dan panjang pendek curl-nya acak-acakan.

Di selfie paling kanan nggak keliatan ancur ya rambutnya...

Skor Akhir

Jujur, gue kecewa keluar dari salon itu. Gue bayar lebih dari 200 ribu untuk treatment tersebut dan hasilnya begini.

Mungkin terdengar overeacting, tapi gue tau hasil maksimal saat rambut gue dikeringkan dengan benar. Nyalon seperti ini tuh ibaratnya bikin kueh cantik yang lo jatuhkan ke lantai, dan masih lo hidangkan di meja makan. It's disrespectful to your customer.

HairStylist Indonesia harus belajar cara merawat dan styling rambut keriting. Gue mau kok jadi obyek latihan pengeringan rambut keriting buat salon-salon. Si Stylist tinggal perhatiin cara gue ngeringin rambut. Anggep pelatihan. Kita bisa coba berbagai jenis tekstur rambut keriting, diskusiin, dan cari teknik baru bareng-bareng. Masa sih dari tahun ke tahun gue harus sengsara begini terus? Kebayang gak sih gimana nasib cewek-cewek keriting yang lain?

No wonder banyak dari kita yang nggak menikmati tekstur rambut sendiri. Wong the so called professional gak bisa menemukan keindahannya.

More Curly Stories

0 comments

Popular Posts

Instagram